Upacara ini merupakan upacara adat tertinggi dari suku Dayak Ngaju, Kalimantan Tengah. biasanya dilakukan oleh para penganut agama kaharingan. Kaharingan merupakan kepercayaan animisme-dinamisme yang sudah ada sejak zaman dahulu dan merupakan agama yang banyak dipeluk oleh suku dayak ngaju.
Tujuan upacara ini adalah untuk membuat roh orang yang telah meninggal dapat masuk ke surga, dengan cara memindahkan tulang orang yang sudah meninggal dari kubur ke sandung. Sandung adalah rumah kecil yang dibuat khusus untuk orang meninggal, biasanya satu keluarga punya satu sandung. Tulang yang akan dipindahkan tersebut digali lagi dari kubur dan kemudian dicuci terlebih dulu.
Dalam upacara ini biasanya diberikan seekor hewan kurban( sapi, kerbau). Hewan tersebut diikat,di bawah patung dari kayu ulin yang dibuat menyerupai kerabat yang telah meninggal. kemudian para peserta upacara akan membawa tombak sambil mengelilinginya sebanyak 7 kali dan pada putaran terakhir, mereka berhenti dan melemparkan tombak ke hewan itu.
Masyarakat Dayak Ngaju percaya jika mereka tidak melakukan upacara ini, maka keluarga yang ditinggal orang yang meninggal itu akan menderita dalam hidupnya. upacara ini biasa dilakukan 5 tahun sekali.
Tujuan upacara ini adalah untuk membuat roh orang yang telah meninggal dapat masuk ke surga, dengan cara memindahkan tulang orang yang sudah meninggal dari kubur ke sandung. Sandung adalah rumah kecil yang dibuat khusus untuk orang meninggal, biasanya satu keluarga punya satu sandung. Tulang yang akan dipindahkan tersebut digali lagi dari kubur dan kemudian dicuci terlebih dulu.
Dalam upacara ini biasanya diberikan seekor hewan kurban( sapi, kerbau). Hewan tersebut diikat,di bawah patung dari kayu ulin yang dibuat menyerupai kerabat yang telah meninggal. kemudian para peserta upacara akan membawa tombak sambil mengelilinginya sebanyak 7 kali dan pada putaran terakhir, mereka berhenti dan melemparkan tombak ke hewan itu.
Masyarakat Dayak Ngaju percaya jika mereka tidak melakukan upacara ini, maka keluarga yang ditinggal orang yang meninggal itu akan menderita dalam hidupnya. upacara ini biasa dilakukan 5 tahun sekali.
sumber gambar: bumiku_trika.blogspot.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar