
Pulau nias terletak di sebelah barat sumatera utara. Walaupun para penduduk pulau Nias tinggal dalam satu pulau, mereka memiliki keragaman bahasa, marga, dan kebiasaan lain.
salah satu kebiasaan yang berbeda adalah lompat batu atau yang dikenal dengan nama fahombo batu . yang telah menjadi bgian dari kehidupan sosial mereka. lompat batu ini hanya di lakukan oleh laki-laki dan merupakan tradisi di nias selatan, kampung teluk dalam. Batu yang dilompati disusun dengan ketinggian 2 meter dan ketebalan batu mencapai 40 meter. Tujuan dari fahombo batu ini adalah menunjukan kedewasaan dan kematangan fisik dari si pelompat itu.apabila sudah berhasil melompati batu dengan baik, maka keluarga si pemuda akan mengadakan syukuran dan si pemuda akan segera melaksanakan kewajibannya sebagai pembela kampung saat melawan musuh dari kampung lain atau bahkan dia akan segera menikah.
fahombo batu ini biasanya di adakan setiap tahun.memang fahombo batu ini sudah menjadi khas dari kampung teluk dalam ini.sekarang,tradisi ini sudah dikomersialkan. yaitu menjadi tontonan bagi para wisatawan dengan membayar sejumlah uang.
sumber gambar:www.niasisland.com
salah satu kebiasaan yang berbeda adalah lompat batu atau yang dikenal dengan nama fahombo batu . yang telah menjadi bgian dari kehidupan sosial mereka. lompat batu ini hanya di lakukan oleh laki-laki dan merupakan tradisi di nias selatan, kampung teluk dalam. Batu yang dilompati disusun dengan ketinggian 2 meter dan ketebalan batu mencapai 40 meter. Tujuan dari fahombo batu ini adalah menunjukan kedewasaan dan kematangan fisik dari si pelompat itu.apabila sudah berhasil melompati batu dengan baik, maka keluarga si pemuda akan mengadakan syukuran dan si pemuda akan segera melaksanakan kewajibannya sebagai pembela kampung saat melawan musuh dari kampung lain atau bahkan dia akan segera menikah.
fahombo batu ini biasanya di adakan setiap tahun.memang fahombo batu ini sudah menjadi khas dari kampung teluk dalam ini.sekarang,tradisi ini sudah dikomersialkan. yaitu menjadi tontonan bagi para wisatawan dengan membayar sejumlah uang.
sumber gambar:www.niasisland.com

