search

Sabtu, 28 November 2009

Lompat batu khas Nias (sosial 2)


Pulau nias terletak di sebelah barat sumatera utara. Walaupun para penduduk pulau Nias tinggal dalam satu pulau, mereka memiliki keragaman bahasa, marga, dan kebiasaan lain.

salah satu kebiasaan yang berbeda adalah lompat batu atau yang dikenal dengan nama fahombo batu . yang telah menjadi bgian dari kehidupan sosial mereka. lompat batu ini hanya di lakukan oleh laki-laki dan merupakan tradisi di nias selatan, kampung teluk dalam. Batu yang dilompati disusun dengan ketinggian 2 meter dan ketebalan batu mencapai 40 meter. Tujuan dari fahombo batu ini adalah menunjukan kedewasaan dan kematangan fisik dari si pelompat itu.apabila sudah berhasil melompati batu dengan baik, maka keluarga si pemuda akan mengadakan syukuran dan si pemuda akan segera melaksanakan kewajibannya sebagai pembela kampung saat melawan musuh dari kampung lain atau bahkan dia akan segera menikah.

fahombo batu ini biasanya di adakan setiap tahun.memang fahombo batu ini sudah menjadi khas dari kampung teluk dalam ini.sekarang,tradisi ini sudah dikomersialkan. yaitu menjadi tontonan bagi para wisatawan dengan membayar sejumlah uang.




sumber gambar:www.niasisland.com

Jumat, 27 November 2009

dinamika kehidupan beragam suku bangsa (sosial1)


Indonesia merupakan negara dengan suku bangsa yang sangat amat banyak. Mulai dari suku batak,minang,dayak, jawa,bali,madura,ambon, dan juga cina.

Selain itu juga terdapat lima agama yang berbeda-beda ,yaitu islam,kristen, katolik,hindu, dan budha. Bahkan di satu suku yang sama kita dapat menemukan kelima agama itu.

Tidak hanya sebatas suku dan agama yang beragam, tetapi juga budaya,bahasa, adat istiadat yang beragam dari setiap suku yang ada menjadi warna dalam kehidupan bangsa indonesia. Dengan adanya keberagaman tersebut,tentu menjadi sangat rentan terhadap berbagai konflik dan keributan.

Tapi dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang dipegang oleh bangsa ini, kita dapat melihat keberagaman itu menjadi sebuah harmoni yang indah dan menjadi ciri khas bangsa kita di mata dunia. Makna dari semboyan yang kita pegang itu adalah walaupun kita berasal dari latar belakang budaya yang berbeda-beda , tapi kita tetap satu, Bangsa indonesia. Hal ini dapat kita lihat dari banyaknya pertemanan dan bahkan pernikahan antar suku.
Ini membutikan bahwa, dalam kehidupan sehari-hari konsep Bhinneka Tunggal Ika ini memang telah menjadi bagian dari kita. Walaupun masih banyak kita temukan adanya konflik dan keributan antar suku,seperti merendahkan atau menghina bahkan ada juga kita dapati perkelahian antar suku satu dengan suku lainnya.hal ini dipicu adanya fanatisme berlebih di dalam diri mereka yang kurang memaknai indahnya perbedaan.


sumber gambar: www.invir.com